BOGOR, KOMPAS — Lahan untuk Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci siap dibangun tahun ini menyusul akuisisi lahan seluas 4,9 hektar di kawasan Thakher, Mekkah, Arab Saudi. Akuisisi juga mencakup sebuah hotel bintang empat berkapasitas 1.461 kamar yang siap digunakan di musim haji tahun depan.
Kepastian kepemilikan lahan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2025). ”Untuk pertama kalinya, kita bisa memiliki kampung haji di Arab,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam retret Hambalang yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Selasa sore hingga malam, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan P Roeslani melaporkan bahwa Pemerintah Indonesia memenangkan lelang atas lahan seluas 4,9 hektar di kawasan Thakher. Hal ini juga disebutnya sebagai buah diplomasi Presiden Prabowo sehingga untuk pertama kali Pemerintah Arab Saudi mengubah aturan dan dengan demikian sebuah negara dapat memiliki aset di Arab Saudi.
BPI Danantara memproses akuisisi lahan untuk kampung haji sejak Agustus 2025. Namun, proses akuisisi baru bisa dirampungkan pada Januari 2026 karena menanti pengesahan kepemilikan sejumlah aset oleh Pemerintah Arab Saudi.
Mengacu pada peraturan perundang-undangan Arab Saudi, pengurusan kepemilikan hotel dan lahan milik negara lain baru bisa dilakukan setidaknya pada Januari 2026 (Kompas.id, 17 Desember 2025).


